JAGO SLOT

Membahas Tim Nasional Italia EURO 2021 Versi Shiro888

Membahas Tim Nasional Italia EURO 2021 Versi Shiro888

Membahas Tim Nasional Italia EURO 2021 Versi Shiro888 – Tim nasional (Timnas) Italia di EURO 2021 akan dperkuat deretan pemain yang relatif muda, dengan hanya 2 penggawa senior yang punya caps internasional di atas 100. Faktor Roberto Mancini yang sudah menangani tim sejak 2018 bisa jadi kunci Gli Azzurri untuk meraih gelar Piala Eropa tahun ini. Profil Roberto Mancini Pelatih Timnas Italia di EURO 2021 Roberto Mancini mengawali karier sebagai pelatih profesional sejak 2001. Eks juru taktik Lazio, Inter, dan Manchester City itu belum pernah mengangkat trofi untuk level timnas. Namun, dengan segudang pengalaman selaku manajer klub, ia layak dperhitungkan. Sebelum berstatus sebagai pelatih profesional, Roberto Mancini merupakan penyerang andalan sejumlah klub-klub tenar Eropa.

Bologna adalah tim pertama yang dperkuat pria kelahiran Ancona, Italia, 27 November 1964 itu pada musim 1981/1982. Hanya satu musim, ia hijrah menuju Sampdoria. Bersama La Samp, Mancini bermain dalam 424 pertandingan Serie A selama 15 musim sejak 1982 hingga 1997. Sejumlah prestasi pun sukses draih.

Seperti scudetto Serie A 1990/1991, Coppa Italia 3 kali (1984/1985, 1987/1988, 1988/1989, 1993/1994) serta European Cup Winners’ Cup 1989/1990. Dari Sampdoria, Mancini melanjutkan perjalanan menuju Lazio selama 3 musim. Saat memperkuat tim ibukota dari 1997 hingga 2000, dirinya berhasil menyabet scudetto Serie A 1999/2000 selain Coppa Italia 1997/1998 dan 1999/2000. Untuk level Eropa, gelar juara UEFA Cup Winners’ Cup 1998/1999 dan UEFA Super Cup 1999 sukses ia persembahkan untuk I Biancocelesti.

Menyeberang ke Premier League, Mancini lantas membela Leicester City. Tidak ada trofi yang diraih bersama The Foxes sebelum ia memutuskan gatung sepatu pada 2001. Sepanjang karier, Mancini tercatat mencetak gol total 201 gol dalam 738 pertandingan di ajang resmi. Setelah mengakhiri karier sebagai pemain di usia 36 tahun, Mancini tampil untuk pertama kali sebagai arsitek dengan menukangi Fiorentina pada 2001.

Tidak butuh waktu lama baginya untuk membuktikan kualitas sebagai nakhoda tim. Gelar Coppa Italia 2000/2001 adalah trofi perdana selaku pelatih bersama La Viola. Tahun berikutnya, Mancini menukangi Lazio. Gelar Coppa Italia 2003/2004 menjadi persembahan untuk I Biancocelesti.

Usai mengalami kesuksesan sebagai juru taktik Fiorentina dan Lazio, Roberto Mancini ditarik oleh Internazionale ke Stadion Giuseppe Meazza. Dalam periode pertama menjadi nahkoda I Nerazzurri pada 2004-2008, tiga kali scudetto menjadi raihan apik.

Ia merengkuh gelar juara Liga Italia itu berturut-turut pada 2005/2006, 2006/2007, dan 2007/2008. Dari Italia, Mancini terbang menuju Inggris dengan menukangi Manchester City pada 2009 hingga 2013. Dalam kurun waktu tersebut, Mancio membawa City menjadi jawara Premier League 2011/2012. Selain itu, juga ada trofi FA Cup 2010–11 dan FA Community Shield 2012 yang dipersembahkan bagi klub sekota Manchester United tersebut. Sempat menukangi Galatasaray, kembali ke Inter, dan menjadi nahkoda Zenit Saint Petersburg, ia kemudian diangkat sebagai juru taktik Timnas Italia sejak 2018 lalu. Kendati belum ada catatan gelar untuk level timnas, Mancini dapat membuktikan kepiawaiannya selaku arsitek dengan segudang pengalamannya tersebut. “Kami akan tampil dalam Kejuaraan Eropa, final Nations League, dan Piala Dunia.

Targetnya adalah meraih gelar meskipun hal tersebut memang tidak mudah, sedikit keberuntungan juga dbutuhkan,” papar Mancini, usai menandatangani perpanjangan kontrak bersama FIGC (PSSI Italia) yang berlaku hingga Juni 2026 mendatang. Baca juga: Skuad Timnas Perancis, Jadwal Euro 2021, Daftar Pemain, & Formasi Jadwal Timnas Italia di EURO 2021 EURO 2021 menjadi asa bagi ayah Filippo dan Andrea Mancini untuk mempersembahkan piala pertamanya bersama skuad Gli Azzurri.

Dalam turnamen yang dgeber sejak 12 Juni hingga 12 Juli tersebut, Italia tergabung di Grup A bersama Turki, Swiss, dan Wales. Roberto Mancini sudah memanggil 33 pemain sebagai persiapan menghadapi ajang ini sebelum memangkasnya menjadi 26 penggawa. Termasuk di antara yang mendapat panggilan adalah Gianluigi Donnarumma (Milan), Leonardo Bonucci (Juventus), Giorgio Chiellini (Juventus), Nicolò Barella (Inter), Federico Chiesa (Juventus), hingga Ciro Immobile (Lazio). Turki akan menjadi lawan pertama bagi Italia pada Sabtu, 12 Juni 2021 mendatang. Kemudian meladeni Swiss dengan rentang waktu 4 hari kemudian. Terakhir, jawara Piala Eropa 1968 itu d agendakan bersua Wales pada 20 Juni 2021. Seluruh pertandingan yang akan dlakoni Lorenzo Insigne dan kolega akan berlangsung d Stadion Olimpico, Roma.

Berikut ini jadwal Timnas Italia di Piala Eropa 2021 (Grup A).

Matchday 1

Sabtu, 12 Juni 2021

Pukul 02.00 WIB: Turki vs Italia (Roma)

Matchday 2

 Kamis, 17 Juni 2021

 Pukul 02.00 WIB:

Italia vs Swiss (Roma)

Matchday 3

Minggu, 20 Juni 2021

Pukul 23.00 WIB:

Italia vs Wales (Roma)

Daftar Pemain dalam Skuad Italia EURO 202

 Kiper: Alessio Cragno (Cagliari), Gianluigi Donnarumma (Milan), Alex Meret (Napoli), Salvatore Sirigu (Torino) Bek: Francesco Acerbi (Lazio), Giovanni Di Lorenzo (Napoli), Alessandro Florenzi (Paris Saint Germain), Manuel Lazzari (Lazio), Gianluca Mancini (Roma), Alessandro Bastoni (Inter), Cristiano Biraghi (Fiorentina), Leonardo Bonucci (Juventus), Giorgio Chiellini (Juventus), Leonardo Spinazzola (Roma), Rafael Toloi (Atalanta)

Gelandang: Nicolò Barella (Inter), Matteo Pessina (Atalanta), Stefano Sensi (Inter), Marco Verratti (Paris Saint Germain), Gaetano Castrovilli (Fiorentina), Bryan Cristante (Roma), Manuel Locatelli (Sassuolo), Lorenzo Pellegrini (Roma)

Penyerang: Ciro Immobile (Lazio), Lorenzo Insigne (Napoli), Moise Kean (Paris Saint Germain), Matteo Politano (Napoli), Giacomo Raspadori (Sassuolo), Andrea Belotti (Torino), Domenico Berardi (Sassuolo), Federico Bernardeschi (Juventus), Federico Chiesa (Juventus), Vincenzo Grifo (Freiburg),


Kesimpulan

Dari artikel di atas kita bisa pahami bahwa team italia sangatlah kuat. Dan dari formasi pemain team italia sangatlah kuat dan juga pastinya siap untuk menghadapi team yang kuat. ditambah lagi pelatih robberto macini membuat italia sangatlah kuat. Bisa di prediksi team italia mempunyai peluang untuk menang sampai 80% di grup A..